Tutup botol adalah aksesori utama wadah kosmetik. Tutup botol merupakan alat utama untuk mengeluarkan isi produk selain pompa lotion danpompa semprotTutup botol banyak digunakan pada botol krim, sampo, sabun mandi, selang, dan produk lainnya. Pada artikel ini, kami secara singkat menjelaskan pengetahuan dasar tentang tutup botol, sebuah kategori bahan kemasan.
Definisi Produk
Tutup botol merupakan salah satu pendistribusi isi utama wadah kosmetik. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi isi dari kontaminasi eksternal, memudahkan konsumen untuk membukanya, dan menyampaikan merek perusahaan serta informasi produk. Produk tutup botol standar harus memiliki kompatibilitas, penyegelan, kekakuan, kemudahan membuka, kemampuan untuk ditutup kembali, fleksibilitas, dan nilai dekoratif.
Proses manufaktur
1. Proses pencetakan
Bahan utama tutup botol kosmetik adalah plastik, seperti PP, PE, PS, ABS, dan lain-lain. Metode pencetakannya relatif sederhana, terutama menggunakan cetakan injeksi.
2. Perawatan permukaan
Ada berbagai cara untuk mengolah permukaan tutup botol, seperti proses oksidasi, proses pelapisan vakum, proses penyemprotan, dan lain sebagainya.
3. Pengolahan grafis dan teks
Metode pencetakan permukaan tutup botol bermacam-macam, termasuk hot stamping, sablon, pad printing, thermal transfer, water transfer, dan lain sebagainya.
Struktur produk
1. Prinsip penyegelan
Penyegelan adalah fungsi dasar tutup botol. Fungsinya adalah untuk menciptakan penghalang fisik yang sempurna pada bagian mulut botol di mana kebocoran (gas atau isi cairan) atau masuknya zat asing (udara, uap air, atau kotoran di lingkungan luar, dll.) dapat terjadi dan disegel. Untuk mencapai tujuan ini, lapisan penyegel harus cukup elastis untuk mengisi setiap ketidakrataan pada permukaan penyegelan, dan pada saat yang sama mempertahankan kekakuan yang cukup untuk mencegahnya tertekan ke dalam celah permukaan di bawah tekanan penyegelan. Baik elastisitas maupun kekakuan harus konstan.
Untuk mendapatkan efek penyegelan yang baik, lapisan penyegel yang ditekan pada permukaan mulut botol harus mempertahankan tekanan yang cukup selama masa simpan kemasan. Dalam kisaran yang wajar, semakin tinggi tekanan, semakin baik efek penyegelannya. Namun, jelas bahwa ketika tekanan meningkat hingga batas tertentu, hal itu akan menyebabkan tutup botol pecah atau berubah bentuk, mulut botol kaca pecah atau wadah plastik berubah bentuk, dan lapisan penyegel rusak, sehingga menyebabkan penyegelan gagal dengan sendirinya.
Tekanan penyegelan memastikan kontak yang baik antara lapisan dalam dan permukaan penyegelan mulut botol. Semakin besar area penyegelan mulut botol, semakin besar distribusi beban yang diberikan oleh tutup botol, dan semakin buruk efek penyegelan pada torsi tertentu. Oleh karena itu, untuk mendapatkan penyegelan yang baik, tidak perlu menggunakan torsi pengencangan yang terlalu tinggi. Tanpa merusak lapisan dalam dan permukaannya, lebar permukaan penyegelan harus sekecil mungkin. Dengan kata lain, jika torsi pengencangan yang kecil diperlukan untuk mencapai tekanan penyegelan efektif maksimum, cincin penyegelan yang sempit harus digunakan.
2. Klasifikasi tutup botol
Di bidang kosmetik, tutup botol memiliki berbagai bentuk:
Berdasarkan bahan produk: tutup plastik, tutup kombinasi aluminium-plastik, tutup aluminium elektrokimia, dll.
Berdasarkan metode pembukaannya: tutup Qianqiu, tutup flip (tutup kupu-kupu), tutup ulir, tutup gesper, tutup lubang sumbat, tutup pengalih, dll.
Berdasarkan aplikasi pendukungnya: tutup selang, tutup botol lotion, tutup deterjen cucian, dll.
Aksesori tambahan tutup botol: sumbat bagian dalam, gasket, dan aksesori lainnya.
3. Deskripsi struktur klasifikasi
(1) Topi Qianqiu
(2) Penutup lipat (penutup kupu-kupu)
Tutup flip-top biasanya terdiri dari beberapa bagian penting, seperti penutup bawah, lubang pemandu cairan, engsel, penutup atas, pendorong, sumbat dalam, dan lain-lain.
Berdasarkan bentuknya: penutup bulat, penutup oval, penutup berbentuk khusus, penutup dua warna, dan lain sebagainya.
Berdasarkan struktur pemasangannya: penutup yang dipasang dengan sekrup, penutup yang dipasang dengan cara dijepit.
Berdasarkan struktur engsel: satu bagian, seperti dasi kupu-kupu, seperti tali (tiga sumbu), dll.
(3) Penutup putar
(4) Tutup sumbat
(5) Tutup pengalihan cairan
(6) Tutup distribusi padat
(7) Tutup biasa
(8) Tutup botol lainnya (terutama digunakan dengan selang)
(9) Aksesoris lainnya
A. Sumbat botol
B. Gasket
Aplikasi Kosmetik
Tutup botol adalah salah satu alat pendistribusi isi dalam kemasan kosmetik, selain kepala pompa dan penyemprot.
Mereka banyak digunakan dalam botol krim, sampo, sabun mandi, selang, dan produk lainnya.
Titik kontrol utama untuk pengadaan
1. Torsi pembukaan
Torsi pembukaan tutup botol harus memenuhi standar. Jika terlalu besar, tutup mungkin tidak dapat dibuka, dan jika terlalu kecil, dapat dengan mudah menyebabkan kebocoran.
2. Ukuran mulut botol
Struktur mulut botol sangat beragam, dan struktur tutup botol harus disesuaikan secara efektif dengannya, serta semua persyaratan toleransi harus dipenuhi. Jika tidak, akan mudah terjadi kebocoran.
3. Penempatan bayonet
Untuk membuat produk lebih indah dan seragam, banyak pengguna tutup botol menginginkan agar pola pada tutup botol dan badan botol terlihat menyatu, sehingga dipasang dudukan penahan. Saat mencetak dan merakit tutup botol, dudukan penahan harus digunakan sebagai standar.
Waktu posting: 14 November 2024
